Jumat, 19 November 2010
Perbedaan menorehkan luka tetapi menimbulkan kenangan terdalam
Perbedaan warga negara, sudah biasa. Perbedaan umur, juga sudah lebih biasa. Perbedaan lawan jenis?? haruuus doooong.. jangan sampek enggak (waaah gawat haha) Eiiitssss ada yang belum biasa, yaitu perbedaan keyakinan. Awal berjumpa, menjadi teman. Bersahabat, menjadi kekasih. Waaah.. sungguh hal yang biasa dalam kehidupan remaja saat kini, saling menyupport, saling perhatian, saling menasihati, saling sharing, dan masiiih banyaaak lagi deeh.. Masa awal pacaran, belum sampai terfikirkan sebuah perbedaan yang dimiliki. Karena banyak orang selalu sepele dengan hal yang menyangkut perasaan. Perasaan, gak bisa ditipu. Perasaan juga gak bisa dimainin. Ketika pasangan itu sudah yakin bahwa itu jodohnya, mereka saling bertanya "apakah dia mau berkeyakinan sama denganku???". Pertanyaan yang setiap hari menggentayangi, kadangkala mereka bingung bagaimana cara mengungkapkannya tanpa menyakiti hati satu sama lain. Sampai pada akhirnya, mereka berdua sama-sama mengungkapkan. Dan hasilnya, NIHIL. Sungguh disayangkan hubungan yang lama berjalan, pada akhirnya putus hanya dikarenakan suatu perbedaan. Tapi, keduanya mendapat pelajaran betapa pentingnya sebuah perasaan dan kesetiaan yang mereka jalin bukanlah suatu sia-sia. Karena, tidak hanya kesetiaan terhadap pasangan saja yang didapat, tapi kesetiaan terhadap agama mereka lebih berharga. "Tuhan memang Esa, kita yang berbeda" :) sekian, terimakasih
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
to 17414: "Ada beberapa kehilangan merupakan takdir. Ada beberapa pertemuan adalah yang tidak akan berakhir selamanya .." .. Yang jadi pertanyaan, yang mana takdir kita sebenarnya, kalimat pertama ataukah kedua .. only heaven knows (for now) :-)
BalasHapusaku mencintaimu, itu sebabnya aku takkan pernah usai mendoakan kebahagiaan & keselamatanmu, satu doaku telah tercapai juli kemarin, tersisa satu doa yang akan selalu kupanjatkan.
aku juga masih setia sampai takdir kita yang sebenarnya, jika kalimat pertama yang menjadi takdir, aku akan tetap mendoakan tuk kebahagiaanmu dan sambil mulai menjalani lembaran baru. jika kalimat kedua yang menjadi takdir, aku akan tetap setia denganmu..
ada suatu kalimat yang sering menghibur hatiku saat ini, "Mencintai seseorang tidak mesti harus memiliki.", ironis memang .. namun jika kamu sekarang memiliki seseorang maka kamu harus baik-baik mencintainya, dan aku tetap selalu mendoakan tuk kebahagianmu.
Salam sayang
aku
PS: baca: aku = adit ; kamu/-mu = 17414
oke oke ntr tak sampein to 17414 ;) ntr ku ajarin buat blog juga kok mas hehehe. kemaren kak nay udh ku tunjukin komentar nya mas adit d blogku, katanya "deeek aku ajarin buat blog yaaa.." begono hehe
BalasHapus:-) oke cha .. tq ya ..
BalasHapusmampir ke blog baruku juga ya :).. Blog tentang buku :) ..
udah, yang tentang resensi itu bukan?
BalasHapusiya cha .. itu comment sebelumnya dah 20 hours ago .. tq dah visit ya .. :-)
BalasHapus